Sunday, January 10, 2021

Peluang dan Tantangan, Bagaikan Jodoh yang Tak Bisa Dipisahkan


 Ah, judulnya ngajak gelud kaum jomblo ya. Hehe~ bercanda.

Kalimat itu saya dapatkan dari mbak host di sebuah acara Legislative Goes to Campus dengan tema "Tantangan dan Peluang Pemuda di Tahun 2021" yang saya ikuti di hari Jumat kemarin. Pesertanya cukup terbatas, mengingat masih dalam kondisi pandemi. 

Ada tiga pemateri hebat yang sangat menginspirasi dan saya banyak dapat ilmu baru dari para pemateri.

Tapi yang menyedot 80% perhatian saya adalah mbak hostnya. Saya sampai bingung jelasinnya soal bagaimana kagumnya saya sama mbaknya. Mbaknya sangat lihai membawakan acara, membuat suasana menjadi lebih hangat dan santai, the best lah pokoknya.

Dan di sini kita berbicara soal peluang dan tantangan. Katanya sih sepasang yang tak dapat dipisahkan.

Karena menurut pemateri, kebanyakan pemuda suka mengeluh soal langkanya peluang di era industri 4.0. Padahal peluang itu tercipta saat kita menemui yang namanya tantangan. Dan sayangnya, masih ada umat manusia justru menghindari yang namanya tantangan.

Misalnya saat pandemi seperti sekarang. Tak sedikit yang ekonominya semakin memprihatinkan. Tapi ada saja ide dan akal manusia untuk menemukan peluangnya. 

Di zaman yang serba teknologi ini, kita dituntut untuk mengikuti arusnya. Perubahan adalah suatu tantangan dimana kita menemukan peluang. 

Bu Mina kemarin jualan sayur hasil berkebun keliling komplek pakai motor. Sempat berhenti jualan karena psbb. Mau nekat jualan pun pelanggan takut keluar rumah. Sampai akhirnya beberapa teman  bu Mina nanyain lewat watsap.

"eh bu Mina gak jualan?" 

"bu Mina di rumah ada kangkung gak? saya mau kepasar parno ih."

"bu Mina saya pesan paketan sup dong. kira-kira bisa anter ke rumah gak?"

Akhirnya bu Mina mengabulkan pesanan teman-temannya. Dan beliau jadi berpikir, mungkin ada banyak orang di luar sana yang juga seperti teman-temannya ini. Pengen belanja tapi takut ke pasar. Jadilah beliau memasang iklan sayur di story sosial medianya untuk promosi. Dan akhirnya mendatangkan banyak pelanggan. Bu Mina sekarang tak perlu keliling-keliling sampai pusing lagi buat menjajakan sayur. Karena beliau hanya perlu mengantar sayur pada pelanggan yang sudah memesan sebelumnya.

Wah, dari sini jadi belajar bahwa saat menghadapi sesuatu yang mungkin kita anggap masalah yang menjadi tantangan hidup kita. Kita punya dua pilihan untuk melihat dari sisi yang mana. Ada sisi yang menganggap itu sebagai penghalang dan ada pula sisi yang menganggap sebagai peluang. Tinggal kita sendiri mau melihat dari sisi yang mana. 

Saya juga perlu belajar banyak. Semoga saya dan kamu bisa menjadi orang yang melihat sebuah tantangan sebagai peluang.





-with luv Maharani-

Wednesday, January 6, 2021

Sunday, December 13, 2020

Untuk Diriku: Berbahagialah dengan Apa yang Kamu Punya, Jangan Sibuk Menjadi Orang Lain

 

Hai Maharani, tulisan ini saya tulis untuk mengingatkanmu, si manusia yang selalu iri akan hidup orang lain yang sepertinya terlihat 'enak'. Seakan tak punya mimpi kamu berusaha menjadi mereka yang kamu kagumi. Berandai-andai kamu berada di posisi mereka. Kamu tidak puas dengan apa yang telah kamu miliki sekarang.

Wednesday, November 25, 2020

Bulan November yang ke-23



Bulan November yang ke-23. Untuk saya nggak ada hal lain selain rasa syukur dipertemukan kembali pada November yang menjadi bulan kelahiran saya. Tiap tahun pastinya ada yang berbeda dong~ termasuk di tahun ini. Yah, selain karena bulan November ternyata pandemi belum usai. Ada hal-hal lain yang ingin saya tuliskan untuk di kenang ulang di masa tua nanti.

Saturday, October 24, 2020

Ngeblog di Tahun 2020

 Halo~

Bingung sekali rasanya bagaimana memulai tulisan iniπŸ˜‚

Maklum, saya pendatang baru di dunia blog. Sebetulnya sudah kenal blog sejak SMP. Saat hp jenis keyboard qwerty baru menjamur. Tapi pada masa itu saya mengenal blog hanya sebatas sebagai tempat orang-orang membagikan jawaban-jawaban atas rasa penasaran anak sekolah tentang materi pelajaran yang mungkin belum terpuaskan kalau hanya mendengar penjelasan guru. 


Padahal waktu itu banyak banget bloger dengan  topik yang cukup santuy dan merakyat wkwkπŸ˜†

Akhirnya tibalah saatnya saya mengenal banyak pengguna blog dengan berbagai macam topik. Kecantikan, fashion, gaya hidup. Ya.. semacam itulah. Waktu itu saya sudah masuk sekolah menengah atas dengan fasilitas teknologi yang lebih upgrade. Tengkyu~ kepada mama yang memfalitasiku.

Sebagai penjelajah blog-blog orang lain, hehe. Saya tentunya punya bloger favorit lah. 

Yang pertama ada mbak Arum. Pasti pada tau dong sama blog racun warna warni. Blog yang paling sering saya pantengin pas sekolah lanjutan atas sampai sekarang sih hehe. Soalnya suka banget sama tulisan mbak Arum tiap review. Trus, sering banget tuh mbaknya nge-posting DIY yang tentunya berguna banget buat saya yang pas sekolah kulitnya suka jual mahal sama produk-produk pasaran entah kenapa T^T. Untung sekarang udah enggak bertingkah kulit saya ini.

Yang kedua, blog yang sering banget dikunjungi selama kuliah. Blognya mbak Sari. Jadi, saya mau curhat dikit nih ya. Banyak teman-teman sepantaran yang salah duga sama saya karena saya hobi baca-baca blog mbak Sari ini. Saya dikira mau nyari laki orang luar negeri dong!! padahal nggak gituπŸ˜…

Simpel sih. Awalnya cuman kepingin nyari bacaan bahasa Inggris, mau sekalian belajar kan ya. Banyak yang nyaranin novel inilah.. itulah.. Tapi mereka semua terlalu tebal menurut saya, butuh waktu lama buat ngabisinnya dan saya butuh bacaan yang ringan gitu. Lupa awal mulanya ketemu sama blog mbak Sari gimana. Soalnya udah lama banget. Yang jelas seneng banget menemukan blog mbak Sari ^-^ soalnya sesuai sama kebutuhan (?) saya, hehe.

Yang jelas, dari kedua bloger di atas. Saya jatuh cinta banget sama cara mereka menyampaikan sesuatu. Kalimatnya rapi, seru, saya rasanya terlibat di dalamnya. Plusnya lagi, suka banget sama hasil foto mereka. Semoga saya suatu saat bisa seperti itu.

Ngeblog di tahun 2020?

Keinginan untuk ngeblog muncul saat masih jadi mahasiswa baru. Baru keinginan. Sebetulnya sudah sampai ke tahap membuat akun. Lalu, apa yang membuat saya baru memulainya sekarang?

Um.. begini. Saya dulu sangat sangat sangat tidak percaya diri dengan kemampuan saya dalam menulis ataupun menceritakan sesuatu. Padahal blog tidak menuntut kita untuk menulis ataupun bercerita dengan bahasa yang indah atau puitis. Tapi di masa itu, saya merasa diri ini banyak kekurangannya πŸ˜”

Ada banyak hal yang terjadi dalam hidup saya selama berkuliah. Kalau diceritakan satu-satu, kayaknya bakal puanjang banget. Yang jelas, segala hal itu akhirnya membawa saya ke sini, blog. Nanti saya akan cerita di postingan-postingan selanjutnya.

Kenapa sih lebih memilih blog?

Karena, saya suka sekali menceritakan sesuatu dengan bentuk tulisan, ketikan, dibanding saya ngomong. 

Kenapa perbandingannya harus hal yang berkaitan dengan interaksi suara?

Karena sekarang sudah menjamur podcast, vlog dan lainnya. Saya sangat welcome banget dengan perkembangan teknologi dan segala kecanggihannya. Saya pengguna sosmed hobi nonton mukbang di yucub.

Bukan berarti saya gak suka segala hal yang berkaitan sama interaksi suara. Karena saya penyiar radio juga karena hobi. Dan ini pun masih harus belajar banyak πŸ˜‚

Menurut saya, blog adalah tempat yang tepat untuk menjadi wadah berekspresi, setidaknya untuk saya. Mungkin alasan lainnya, blog adalah tempat melepas penat, membuang jenuh, tempat untuk healing dari segala aktifitas yang sedikit banyaknya mempengaruhi pribadi saya. 

Yah~ ini saja yang bisa saya tulis untuk menyapa dunia blog dan yang baca. Semoga kedepannya bisa menjadi pribadi yang positif dan penuh semangat. Yang paling penting semoga skill menulis saya upgrade 😁😁


-with luv Maharani-