Sunday, December 13, 2020

Untuk Diriku: Berbahagialah dengan Apa yang Kamu Punya, Jangan Sibuk Menjadi Orang Lain

 

Hai Maharani, tulisan ini saya tulis untuk mengingatkanmu, si manusia yang selalu iri akan hidup orang lain yang sepertinya terlihat 'enak'. Seakan tak punya mimpi kamu berusaha menjadi mereka yang kamu kagumi. Berandai-andai kamu berada di posisi mereka. Kamu tidak puas dengan apa yang telah kamu miliki sekarang.


"Udah pintar, banyak uang, ramah, good looking dan aktif ikut bergabagai kegiatan sampai lomba. Lebih beruntungnya lagi, segala kegiatan dia didukung sama orang tuanya. Kalau saya seperti dia, pasti bakal bahagia banget."

Di atas adalah salah satu contoh pembicaraan yang bersumber dari kebaperan tidak jelas. Dan nggak sedikit sih orang-orang yang seperti itu. Membicarakan betapa beruntungnya apa yang dimiliki orang lain, lalu berandai diri sendiri ada di posisi itu. Saat tersadar, akhirnya kembali merenung, mengeluh lalu menyalahkan Tuhan. Kenapa diantara semua manusia di muka bumi ini harus saya yang hidupnya seperti ini? Kenapa sih orang lain bisa hidup dengan nyaman sedangkan saya tidak?

Hal seperti ini sebetulnya menjauhkan kita dari diri sendiri. Karena berusaha menjadi orang lain, justru jadi tidak mengerti bagaimana karakter diri sendiri, apa potensi yang dimiliki, apa kelebihan diri dan apa kelemahan diri. Sampai lupa dengan apa yang saat ini dimiliki.

Padahal setiap manusia dan kehidupannya punya hal positif dan negatif. 

Oh, dia anak yang cantik. Tapi apa kita tahu bagaimana risihnya anak itu ketika mendapatkan rayuan atau siulan yang tak ia inginkan? Mungkin si pintar yang ternyata hidup penuh tekanan karena ia hidup di lingkungan keluarga yang rata-rata pintar pula. Yang dilihat selama ini hanya senyumnya, bukan lukanya.

Memang terkadang perlu intropeksi diri, bukan untuk membandingkan diri dengan orang lain secara berlebihan atau berupaya hidup seperti orang lain. Tapi bersyukur dengan apa yang dimiliki. Coba deh lihat sekitar dan ingat-ingat hal indah, hal-hal baik dan hak-hal menyenangkan. Coba berbahagia dengan itu semua.

Semua orang punya kebahagiannya masing-masing, hanya jalannya saja yang berbeda. Di dunia ini tidak ada standar untuk kebahagiaan, karena diri sendirilah yang menentukan bagaimana definisi bahagia itu sendiri.

Saya dan kamu yang membaca tulisan ini, semoga kita semua tidak lupa berbahagia dan bersyukur dengan hal apapun di sekitar kita, sekecil sesederhana apapun itu.



                                                                           -with luv Maharani-

    0 comments:

    Post a Comment